Deskripsi
Pelatihan Pengadaan Berkelanjutan (Green Procurement) Instansi adalah program komprehensif yang dirancang untuk membekali para profesional pengadaan di sektor publik dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk mengintegrasikan prinsip-prinsip keberlanjutan ke dalam praktik pengadaan mereka. Di era di mana perubahan iklim dan degradasi lingkungan menjadi perhatian utama, peran instansi pemerintah dalam memimpin perubahan menuju ekonomi hijau menjadi sangat krusial. Program ini akan membahas bagaimana pengadaan barang/jasa dapat menjadi alat strategis untuk mencapai tujuan keberlanjutan, mengurangi dampak lingkungan, meningkatkan efisiensi sumber daya, dan mendukung produk serta layanan yang ramah lingkungan.
Peserta akan mempelajari kerangka kerja pengadaan berkelanjutan, mulai dari tahap perencanaan hingga evaluasi kontrak, dengan fokus pada pemilihan produk dan layanan yang memiliki jejak ekologis rendah. Pelatihan ini juga akan mengupas berbagai standar, sertifikasi, dan kebijakan terkait pengadaan hijau, baik di tingkat nasional maupun internasional. Dengan demikian, peserta akan mampu mengidentifikasi peluang untuk inovasi hijau, mengelola risiko keberlanjutan, dan secara aktif berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan melalui keputusan pengadaan yang bertanggung jawab.
Tujuan
Tujuan utama dari Pelatihan Pengadaan Berkelanjutan (Green Procurement) Instansi adalah untuk:
- Meningkatkan pemahaman peserta tentang konsep, prinsip, dan manfaat pengadaan berkelanjutan (green procurement) dalam konteks instansi.
- Membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan praktis untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan memilih produk serta jasa ramah lingkungan dalam proses pengadaan.
- Mendorong integrasi aspek keberlanjutan, termasuk pertimbangan lingkungan dan sosial, ke dalam seluruh siklus pengadaan.
- Memfasilitasi pengembangan kebijakan dan strategi pengadaan yang mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan di instansi masing-masing.
- Meningkatkan efisiensi sumber daya, mengurangi dampak lingkungan, dan mendukung inovasi hijau melalui praktik pengadaan yang bertanggung jawab.
Materi
Materi Pelatihan Pengadaan Berkelanjutan (Green Procurement) Instansi mencakup:
Pengantar Pengadaan Berkelanjutan: Pengertian, prinsip, sejarah, dan relevansi pengadaan berkelanjutan di sektor publik. Pengadaan Hijau adalah suatu upaya untuk mendapatkan barang dan jasa yang memiliki dampak lingkungan minimal.
Kerangka Kerja dan Kebijakan: Regulasi nasional dan internasional, standar, serta pedoman terkait pengadaan lingkungan. Pelatihan Kebijakan Publik juga dapat mendukung pemahaman ini.
Identifikasi Produk dan Jasa Hijau: Kriteria, label ekologi, siklus hidup produk, dan alat penilaian lingkungan.
Integrasi Keberlanjutan dalam Proses Pengadaan: Perencanaan, spesifikasi teknis, evaluasi penawaran, dan manajemen kontrak.
Pengukuran dan Pelaporan: Indikator kinerja keberlanjutan dan pelaporan dampak pengadaan hijau.
Studi Kasus dan Best Practices: Contoh implementasi pengadaan berkelanjutan yang berhasil di berbagai instansi.
Peserta
Pelatihan ini sangat direkomendasikan bagi:
- Pejabat Pengadaan Barang/Jasa di instansi pemerintah (pusat dan daerah).
- Pokja Pemilihan/Panitia Pengadaan Barang/Jasa.
- Unit Layanan Pengadaan (ULP).
- Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).
- Auditor Internal atau Pengawas di bidang pengadaan.
- Manajer Lingkungan atau Koordinator Keberlanjutan di instansi.
- Siapa saja yang terlibat dalam proses pengadaan di sektor publik dan tertarik untuk menerapkan praktik pengadaan yang lebih berkelanjutan.
Instruktur
Instruktur Pelatihan Pengadaan Berkelanjutan (Green Procurement) Instansi adalah para ahli di bidang pengadaan barang/jasa pemerintah dan keberlanjutan lingkungan. Mereka memiliki pengalaman luas dalam implementasi kebijakan publik, khususnya terkait Pengadaan Barang dan Jasa, serta pemahaman mendalam tentang prinsip-prinsip ekonomi hijau dan tata kelola lingkungan. Pengajar merupakan praktisi, akademisi, atau konsultan yang telah berkecimpung lama dalam dunia pengadaan berkelanjutan, sehingga mampu memberikan perspektif teoretis yang kuat dan wawasan praktis yang relevan. Metode pengajaran interaktif, melibatkan diskusi kelompok, studi kasus nyata, dan simulasi, untuk memastikan peserta tidak hanya memahami konsep tetapi juga mampu menerapkaya dalam konteks pekerjaan sehari-hari. Dengan latar belakang yang kuat dan pendekatan pengajaran yang efektif, instruktur akan membimbing peserta untuk menjadi agen perubahan dalam menerapkan pengadaan yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan di instansi mereka.





